Showing posts with label penggemukan. Show all posts
Showing posts with label penggemukan. Show all posts

Thursday, February 21, 2019

Evaluasi formulasi pakan ternak penggemukan sapi potong pada iklim tropis

1              How I can get nutrition content another website feedepedia
I think Feedipedia is the best because it takes information from lots of different literature. You can also search for research papers on google scholar https://scholar.google.com.au/schhp?hl=en&as_sdt=0,5

2              what nutrient important to calculate in feed formulation, another CP and energy to develop feed quality
You need to use Metabolisable Energy (ME) content [NOT GE Gross Energy content], and CP to balance your ration. It can be hard to know the ME of your forage, as this is very variable depending on maturity and fertiliser as well as season of the year. The fibre content of the forage is an important indicator of ME content. This webpage http://www.dpi.nsw.gov.au/__data/assets/pdf_file/0011/360587/Tropical-perennial-grasses-pasture-quality-and-livestock-production.pdf has some good information about tropical pasture value.

3              how to know requirements cattle indonesia (sapi peranakan ongole, bali, etc ) for fattening
                value CP, ME, Ca, P, etc
You can use the information that I gave you for Brahmans, just adjust according to weight. Yes, there are some differences in PO and Bali, but using the information I gave you for Brahmans should be close to PO at least. I will try to find some good information for sapi Bali to email to you.
               
4              How to determine  percentage of forage and concentrates in ration formulation for optimal fattening
The right percentage is the one that gives you the ME and CP that you need for the cheapest price.
You have prices listed, but you need to convert these to Rp/kg DM, and Rp/MJ ME and Rp/kg CP. If you can’t figure out how to do this, let me know. This will tell you which feeds are the best value for money. Some feeds are very cheap eg low price/kg CP, but the cow will never eat enough in order to fulfil their CP requirement, so sometimes you need to choose more expensive feed. However, pricing the feed in this way will let you know what order to try each ingredient in, from cheapest to most expensive.
You need to have a minimum of 15% forage/straw in the diet. This means you can have a very large amount of concentrate, but you need to balance for ME and CP. For instance, Onggok is a cheap source of ME, but if you include too much, you will find that you are limited in CP, and you are wasting energy that can’t be used by the rumen microbes, because they don’t have enough CP.
Once you know the ME and CP requirement, you can use the Pearson Square to balance with up to 3 ingredients, but it becomes hard when you want to use more. My colleagues at UQ are currently building an app to help Indonesians make this decision easier, but it won’t be ready for a while.

5              How to know the range of use of the ingredients in the formulation
As a rule, use the minimum amount of ingredients that you need to obtain the production you want. God quality forage plus a dedak padi supplement may be all you need. Follow the steps I discussed, and then look to see what ingredients can fulfil the requirement. Use Rp/ MJ ME or Rp/kg DM to decide which ones to try first.
               
6              When I use feed additive (mineral, vitamin) / feed suplement ?, it is important to include in ingredients or no
Always add salt and limestone at 1.5% of the ration, especially if you are feeding concentrates

Evaluasi Pakan Ternak Sapi Potong

Sharing Maret 2017


Evaluation feed ration Questions

1                     what time feeeding frequency is right ?
We tell farmers to feed up to 4 times per day, because otherwise they leave the cow for long periods without feed. When the cow is not able to eat for long periods, this means that they are not eating as much as they can or as much as they want to. Therefore, their ADG is lower than potential.
The best thing to do is to make sure that the cows have feed in front of them 23 hours per day, out of 24. Keep giving them good quality food, and they will grow faster. If they spend time without good food, then they grow slower. It is up to you how fast you want them to grow.
If you give lots of low quality feed (jerami padi, jerami jagung), then the cow will probably have lots of feed in front of them all day, but not because they have eaten a lot, but because they don’t like to eat it!
 
2                     What parameters are measured to evaluate of feed, another Feed intake and ADG
ME/kg DM; CP/kg DM; NDF (Neutral detergent fibre) – but NDF is not always available.
 
3                     Please give suggestion, if feed intake not achieved
1)      Reduce the % of fibre in the diet; 2) make sure there is adequate protein – with low protein intake will be decreased; 3) make sure there is adequate phosphorus in the diet

4            Please give suggestion, if ADG not achieved
Same as for feed intake above, but check that total requirement of ME and CP per day is being met. Maybe there is just not enough feed on offer.

Wednesday, February 20, 2019

Kebutuhan Nutrisi Ternak Kambing dan Domba

Setiap usaha pembibitan kambing dan domba harus menyediakan
pakan dengan jumlah cukup dan berkualitas yang berasal dari:
a. hijauan pakan, antara lain rumput (rumput budi daya dan rumput
alam), dan legume;
b. hasil samping tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura
dengan kualitas tergantung dari umur pemotongan, palatabilitas
dan ada tidaknya zat toksik (beracun) serta tidak bersifat anti
nutrisi;
c. pakan konsentrat sebagai sumber protein dan/atau sumber energi
serta tidak boleh mengandung bahan pakan yang berupa darah,
daging dan/atau tulang serta tidak boleh dicampur dengan
hormon tertentu atau antibiotik imbuhan pakan;
d. pakan yang berasal dari pabrik harus memiliki nomor pendaftaran
dan diberi label, sedangkan pakan yang dibuat sendiri harus memenuhi nutrisi.

Dalam pemberian pakan perlu diperhatikan kandungan nutrisi berupa
protein, vitamin, mineral, dan serat kasar yang dibutuhkan sesuai
dengan kondisi fisioliogis ternak sebagaimana Tabel dibawah ini

Tabel-1 Kebutuhan Nutrisi Ternak Kambing*

Tabel-2. Kebutuhan Nutrisi Ternak Domba*


 *
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 102/Permentan/OT.140/7/2014
PEDOMAN PEMBIBITAN KAMBING DAN DOMBA YANG BAIK

Thursday, February 14, 2019

Penggemukan ternak sapi secara alami dengan risk based thinking part 1

Istilah penggemukkan berasal dari kata fattening yang berarti pembentukan lemak, dan istilah tersebut dewasa ini tidak sesuai lagi karena sistem produksi dan selera konsumen yang berubah. Hewan yang dipotong semakin muda, sehingga dagingnya semakin Empuk. Bila ternak yang digunakan belum dewasa, maka program tersebut sifatnya adalah bersifat membesarkan sambil menggemukan atau memperbaiki kualitas karkas

Sistem pemeliharaan dapat dilakukan secara intensif dengan pemeliharaan ternak dalam tempat yang terkurung dan makanan dibawa ke ternak (ke kandang). Sistem pemeliharaan secara intensif ini dapat memperbaiki pertambahan bobot badan harian jika pemberian pakan yang cukup sesuai dengan kebutuhan domba.  Biasanya peternak memilih bakalan yang kurus dan sehat serta berkerangka besar.

Dalam melakukan penggemukan tentu dibutuhkan sasaran, Sasaran yang kita buat harus mengikuti kaidah Spesifik - Dimana lokasi, Measurable -Harus jelas ukurannya, harus sama parameternya, alat ukur harus sama, Attainable - Sasaran harus menantang, Relevant - Realistis, Time Bond - Ada titik waktu contoh dapat client 300 pada bulan september, Evaluated - Dapat dievaluasi, Recognize - Dapat diketahui setelah tercapai..

Salah satunya adalah konsumsi pakan Tingkat konsumsi dapat menggambarkan palatabilitas. Lebih lanjut Tillman et al. (1989) konsumsi adalah jumlah pakan yang dimakan ternak yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup pokok dan produksi. Aktivitas konsumsi meliputi proses mencari pakan; mengenal dan mendekati pakan; proses bekerjanya indra ternak terhadap pakan; proses memilih pakan dan proses menghentikan makan. Faktor yang mempengaruhi konsumsi pakan adalah ternak, pakan dan lingkungan, lebih lanjut Siregar (1984) menambahkan jenis kelamin dan aktivitas juga mempengaruhi tingkat konsumsi. Menurut Tomaszewska, et al. (1993) jumlah konsumsi pakan merupakan faktor penentu yang paling penting dalam menentukan jumlah zat-zat makanan yang didapat ternak. Pada ternak yang sedang tumbuh, kebutuhan zat-zat makanan akan bertambah terus sejalan dengan pertambahan bobot tubuh yang dicapai sampai batas umur dimana tidak terjadi lagi pertumbuhan (Siregar, 1984).

Zat makanan yang dibutuhkan domba, akan merupakan faktor penting dalam penentuan apakah kondisi maksimum pertumbuhan dapat dicapai atau tidak, dan pakan yang optimal merupakan bagian yang memungkinkan dalam mencapai hasil yang sesuai dengan kemampuan genetik ternak (Maynard dan Loosly, 1979).Kebutuhan ternak akan zat-zat gizi bervariasi antar species ternak dan umur fisologis yang berlainan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi antar lain adalah jenis kelamin, tingkat produksi keadaan lingkungan serta aktifitas fisik ternak (Haryanto, 1992). Zat makanan yang diperlukan ternak dapat dipisahkan menjadi komponen utama antara lain energi, protein, mineral dan vitamin. Zat-zat makanan tersebut berasal dari pakan yang dikonsumsi.
Energi,Energi pakan dapat didefinisikan sebagai kalori yang terkandung dalam pakan. Kalori ini dapat berasal dari senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat, protein dan lemak (Haryanto,1992). Energi sangat membatasi penampilan ternak dibanding dengan defisiensi zat makanan lainnya. Konsumsi energi rendah, disebabkan karena rendahnya konsumsi dan rendahnya kualitas pakan. Kurangnya konsumsi energi mengakibatkan pertumbuhan lambat atau berhenti, bobot hidup berkurang, fertilitas menjadi rendah, reproduksi gagal, produksi susu berkurang, masa laktasi pendek, kualitas wol rendah, daya tahan tubuh terhadap penyakit berkurang dan angka kematian tinggi, dijelaskan oleh Pond et al. (1995).
Menurut NRC (1985) kebutuhan energi domba pada bobot tubuh 10-20 kg dengan pertambahan bobot tubuh 200-250 g/hari yaitu 1,8-3,5 Digestible Energy (Mcal) dan 1,4-2,9 Metabolizable Energy (Mcal).
Protein, Protein adalah senyawa kimia yang tersusun atas asam-asam amino. Dikenal ada sekitar 20 asam amino, diantaranya 10 asam amino yang esensial, artinya asam amino tersebut diperlukan ternak dan ternak tidak dapat mensintesa sendiri didalam tubuhnya (Haryanto, 1992).
Protein yang dibutuhkan oleh ternak ruminansia yaitu dalam bentuk protein kasar dan protein dapat dicerna. Protein dalam bahan makanan termasuk dalam zat- zat yang mengandung nitrogen. Lebih lanjut Pond et al. (1995) mengatakan hewan ruminansia, kambing dan domba memiliki populasi mikroba di dalam rumen untuk menghasilkan banyak asam amino dan vitamin yang dibutuhkan untuk keperluanproduksi. Oleh sebab itu kuantitas atau jumlah dari protein dalam pakan lebih penting dibandingkan kualitas dari protein.
Fungsi dari protein antara lain untuk membangun dan memelihara protein jaringan dan organ tubuh, menyediakan energi dalam tubuh, menyediakan sumber lemak badan dan menyediakan asam amino (Tillman, 1983). Apabila makanan tidak cukup mengandung protein maka tubuh tidak dapat membuat dan memelihara jaringan-jaringan tubuh. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan terganggu dan produksi turun (Anggorodi dan Wahyu, 1969).
Haryanto dan Djajanegara (1992) melaporkan kebutuhan protein domba pada bobot 10-20 kg dengan pertambahan bobot tubuh 100 g/hari berkisar 102,7-135,8 g. Menurut NRC (1985) domba dengan bobot tubuh 10-20 kg dan pertambahan bobot tubuh 200-250 g/hari membutuhkan protein sebesar 127-167 g untuk pertumbuhan.
Total Digestible Nutrients,Total Digestable Nutrient (TDN) suatu bahan makanan dinyatakan dengan bagian dari bahan makanan yang dimakan dan tidak diekskresikan dalam feses. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya cerna perlu diketahui guna mempertinggi efisiensi konversi makanan. Faktor-faktor tersebut adalah suhu lingkungan, laju perjalanan melalui alat pencernaan, bentuk fisik bahan makanan, komposisi ransum dan pengaruh terhadap perbandingan dari zat makanan lainnya (Anggorodi, 1990).
Aboenawan (1991) menyatakan bahwa TDN merupakan salah satu cara untuk mengetahui energi pakan. Semakin tinggi nilai TDN suatu pakan maka pakan tersebut akan semakin baik karena semakin banyak zat-zat makanan yang dapat digunakan. Menurut NRC (1985) kebutuhan TDN domba pada bobot tubuh 10-20 kg dengan pertambahan bobot tubuh 200-250 g/hari yaitu 0,4-0,8 kg. Tingkat konsumsi, Zat makanan yang dibutuhkan domba,energi, protein, TDN dibuat analisa risiko nya tergantung pola oemeliharaan ternak yang kita lakukan. Agar sasaran/ Key Performance Indikator dari semua point tersebut tercapai. Contoh Sasaaran nya Meningkatkan FCR ternak domba pada bobot ternak 15 kg dengan pbb 200-250g/hari dengan protein sebesar 127-167 g dalam ransum organik A.. Bersambung Part 2